—just-exploring-myself—

May 11, 2006

Bahan campuran pada Bensin

Filed under: Techno

Tahukah Anda bahwa bensin yang dipakai sehari-hari sebagai bahan bakar merupakan hasil pencampuran beberapa komponennya?. Komponen atawa bahan campuran tersebut memiliki struktur hidrokarbon yang berbeda-beda karena merupakan produk atawa hasil proses penyulingan (refinery) minyak bumi yang berbeda-beda pula. Sifat-sifat maupun kualitas bensin yang dijual kepada konsumen dapat dimodifikasi dengan merubah komposisi dari bahan campurannya tersebut.

Bahan campuran yang ada dalam bensin tersebut a.l:
  • Butane : Gas yang biasa kita jumpai sebagai elpiji alias Liquefied Petroleum Gas (LPG). Bahan ini mempunyai bilangan oktan yang tinggi dan sebenarnya dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar. Butana larut dalam komponen lainnya dan membuat bensin memiliki sifat mampu nyala pada cold-start yang baik.
  • Straight-run gasoline : Komponen bensin yang dihasilkan proses destilasi minyak mentah, mempunyai bilangan oktan rendah. (more…)

  • March 3, 2006

    Bahan bakar alternatif (bag.3)

    Filed under: Techno

    Gas to Liquid

    Bahan alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak solar konvensional adalah apa yang dikenal sebagai Gas to Liquid (GTL). Konsep dasarnya adalah mengkonversi gas hidrokarbon menjadi cairan hidrokarbon melalui proses Fischer-Tropsch. Input dari proses ini adalah gas alam (natural gas) maupun gas hasil oksidasi batu bara. Sedangkan salah satu output atau produknya adalah bahan bakar cair (minyak solar).

    Proses Fischer-Tropsch sebenarnya sudah diperkenalkan sejak 80 tahun yang lalu oleh ilmuwan Jerman, Franz Fischer (1852-1932) dan ilmuwan Ceko, Hans Tropsch (1889-1935). Keduanya bekerja pada Kaiser Wilhelm Institute Jerman pada sekitar tahun 1920-an. Pada mulanya penggunaan proses ini bertujuan untuk mendapatkan bahan bakar cair dari negara yang berlimpah batubara seperti Jerman.

    Minyak solar yang dihasilkan proses ini memiliki kualitas emisi yang lebih baik daripada minyak solar konvensional. Kandungan HC dan PM turun hingga 30%, CO turun hingga 40% dan NOx turun hingga 8%. Kandungan sulfurnya pun sangat rendah, hingga 10 ppm (bandingkan dengan kadar sulfur PertaDEX yang mencapai 300 ppm). Akan tetapi, untuk mendapatkan cost-competiveness (di bawah 1$ per MBTU) dengan minyak solar konvensional, dibutuhkan cadangan gas yang cukup besar. Selain itu, cadangan gas-nya pun harus berkategori stranded gas reservoir, yaitu cadangan gas yang membutuhkan biaya transportasi besar untuk digunakan langsung (sebagai CNG maupun LNG). Jika tidak, tentu lebih ekonomis untuk mengkonsumsi langsung tanpa melalui proses Fischer-Tropsch. Sebagai informasi, saat ini Shell sudah memproduksi minyak solar GTL dari kilangnya di Bintulu, Malaysia.

    January 3, 2006

    Bahan Bakar Alternatif (bag.2)

    Filed under: Techno

    e-diesel

    Penggunaan etanol sebagai alternatif minyak diesel (solar) dilatarbelakangi oleh pemakaian etanol sebagai salah satu aditif minyak bensin. Campuran 5 ~ 15% volume etanol atau ethyl alcohol (C2H5OH) dengan minyak solar kemudian dikenal sebagai e-diesel. Keunggulan utama BBA e-diesel ini adalah kelimpahruahan sumbernya (dan juga mampu diperbaharukan) yaitu dapat berasal dari jagung, tebu, gandum dan produk-produk pertanian lainnya. Konon di Amerika Serikat sana, beberapa negara bagian yang memiliki sumber daya pertanian kuat sangat antusias untuk mengembangkan e-diesel ini.

    Sedangkan keunggulan lainnya adalah mesin yang menggunakan e-diesel ini akan menghasilkan sedikit emisi gas buang yaitu debu/PM yang lebih rendah hingga 41%, NOx turun hingga 5%, CO turun hingga 27%. Selain itu penggunaan e-diesel juga mengurangi potensi green-house effect karena menghasilkan emisi CO2 yang lebih sedikit (bahkan dibandingkan dengan yang dihasilkan biodiesel), serta production cost yang lebih baik daripada biodiesel. (more…)

    December 21, 2005

    Bahan Bakar Alternatif, dari minyak sawit hingga etanol (bag.1)

    Filed under: Techno

    Ada tiga pengurangan yang menjadi objektif inovasi kendaraan bermotor. Pertama adalah pengurangan ketergantungan pada bahan bakar berbasis fosil (bahan bakar minyak), kedua pengurangan konsumsi bahan bakarnya, dan ketiga pengurangan emisi gas buang yang dihasilkannya. Inovasi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya adalah inovasi pada teknologi mesin dan propulsi serta penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

    Pabrikan mobil Jepang terutama Toyota menjadi techology leader dalam inovasi teknologi mesin dan propulsi dengan teknologi hybrid engine-nya. Pabrikan mobil Amerika Serikat kelihatannya lebih berkonsentrasi pada riset fuel cell engine, sedangkan pabrikan Eropa fokus pada penggunaan mesin Diesel canggih yang ramah lingkungan.

    Inovasi penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan juga sedang digiatkan oleh beberapa negara yang selama ini menjadi konsumen utama bahan bakar minyak. Sampai saat ini, riset dan publikasi bahan bakar alternatif terutama banyak ditujukan untuk mesin Diesel (compression ignition engine). (more…)

    December 14, 2005

    Arti Nomor Chassis Mobil Anda

    Filed under: Techno

    Salah satu momen kunci keberhasilan Polri mengungkap pelaku Bom Bali I (12 Oktober 2002) adalah saat para perwira identifikasi Polri berhasil mengidentifikasi nomor chassis mobil L-300 yang digunakan Imam Samudra cs sebagai pengangkut bom. Dari identifikasi nomor rangka kemudian polisi bisa melacak siapa-siapa saja yang pernah menjadi pemilik mobil maut tersebut yang ternyata bermuara pada para pelaku.

    Sebenarnya informasi apa sih yang dapat diperoleh dari sebuah nomor chassis/rangka tersebut? Apakah penulisan nomor rangka sama untuk seluruh kendaraan yang ada di dunia?

    Dalam otomotif dunia, nomor rangka atau nomor chassis (kadang disebut juga nomor esek-esek) dikenal sebagai Vehicle Identification Number (VIN) alias Nomor Identitas Kendaraan (NIK). Secara garis besar ada dua standar penulisan nomor chassis. Yang pertama adalah standard ISO 3779 yang banyak dipakai oleh Uni Eropa dan kedua standar Amerika Utara. Keduanya menggunakan jumlah digit yang sama (17 digit) dimana setiap digitnya bisa berupa huruf maupun angka. Indonesia dan negara-negara Asia pada umumnya menggunakan standar Amerika Utara. Aturan baku penulisan VIN versi Amerika Utara adalah sebagai berikut:

    Designation Mfg Identifier Vehicle Attribute Check Digit Model Year Plant Code Sequential Number
    Digit Number 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

    Penulisan VIN di Indonesia (more…)

    November 30, 2005

    Teorema Phyatagoras

    Filed under: Techno

    Segi3sikusikuJika sudut CAB = 900 ; Buktikan AC2+AB2=BC2.

    Jawab:

    Karena AD = garis tinggi, maka sudut ADC = sdt ADB = 900 (Segitiga ADC = Segitiga ADB).

    Karena itu berdasarkan asas kesebangunan, maka:

    CD:AC = AC:BC
    DB:AB = AB:BC

    Sehingga,

    AC2= CD x BC
    AB2= DB x BC

    Kemudian,

    AC2 + AB2 = (CD x BC) + (DB x BC)

    AC2 + AB2 = BC x (CD + DB)

    AC2 + AB2 = BC x BC

    AC2 + AB2 = BC2

    Terbukti….






















    Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here