Gas to Liquid
Bahan alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak solar konvensional adalah apa yang dikenal sebagai Gas to Liquid (GTL). Konsep dasarnya adalah mengkonversi gas hidrokarbon menjadi cairan hidrokarbon melalui proses Fischer-Tropsch. Input dari proses ini adalah gas alam (natural gas) maupun gas hasil oksidasi batu bara. Sedangkan salah satu output atau produknya adalah bahan bakar cair (minyak solar).
Proses Fischer-Tropsch sebenarnya sudah diperkenalkan sejak 80 tahun yang lalu oleh ilmuwan Jerman, Franz Fischer (1852-1932) dan ilmuwan Ceko, Hans Tropsch (1889-1935). Keduanya bekerja pada Kaiser Wilhelm Institute Jerman pada sekitar tahun 1920-an. Pada mulanya penggunaan proses ini bertujuan untuk mendapatkan bahan bakar cair dari negara yang berlimpah batubara seperti Jerman.
Minyak solar yang dihasilkan proses ini memiliki kualitas emisi yang lebih baik daripada minyak solar konvensional. Kandungan HC dan PM turun hingga 30%, CO turun hingga 40% dan NOx turun hingga 8%. Kandungan sulfurnya pun sangat rendah, hingga 10 ppm (bandingkan dengan kadar sulfur PertaDEX yang mencapai 300 ppm). Akan tetapi, untuk mendapatkan cost-competiveness (di bawah 1$ per MBTU) dengan minyak solar konvensional, dibutuhkan cadangan gas yang cukup besar. Selain itu, cadangan gas-nya pun harus berkategori stranded gas reservoir, yaitu cadangan gas yang membutuhkan biaya transportasi besar untuk digunakan langsung (sebagai CNG maupun LNG). Jika tidak, tentu lebih ekonomis untuk mengkonsumsi langsung tanpa melalui proses Fischer-Tropsch. Sebagai informasi, saat ini Shell sudah memproduksi minyak solar GTL dari kilangnya di Bintulu, Malaysia.