Tahukah Anda bahwa bensin yang dipakai sehari-hari sebagai bahan bakar merupakan hasil pencampuran beberapa komponennya?. Komponen atawa bahan campuran tersebut memiliki struktur hidrokarbon yang berbeda-beda karena merupakan produk atawa hasil proses penyulingan (refinery) minyak bumi yang berbeda-beda pula. Sifat-sifat maupun kualitas bensin yang dijual kepada konsumen dapat dimodifikasi dengan merubah komposisi dari bahan campurannya tersebut.
Bahan campuran yang ada dalam bensin tersebut a.l:
Butane : Gas yang biasa kita jumpai sebagai elpiji alias Liquefied Petroleum Gas (LPG). Bahan ini mempunyai bilangan oktan yang tinggi dan sebenarnya dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar. Butana larut dalam komponen lainnya dan membuat bensin memiliki sifat mampu nyala pada cold-start yang baik.
Straight-run gasoline : Komponen bensin yang dihasilkan proses destilasi minyak mentah, mempunyai bilangan oktan rendah.
Isomerate : Dihasilkan dari pengubahan farafin rantai lurus (straight-chain paraffins) menjadi farafin rantai bercabang (branched-chain paraffins) melalui proses isomerisasi fraksi Straight-run gasoline. Bahan ini memberikan efek pembakaran yang bersih dan peningkatan bilangan oktan.
Reformate : dihasilkan dari proses bentuk ulang berkatalis (catalytic reforming) dari n-alkana menjadi iso-alkana. Prosesnya dikenal sebagai Platforming atau Catalytic reforming yang menggunakan katalis berupa platina dengan hasil berupa bensin beroktan tinggi. Proses ini merupakan proses terpenting dalam produksi bensin. Biasanya bensin premium memiliki kandungan reformate sebanyak 70%.
Catcracked gasoline:komponen yang dihasilkan dari proses pemecahan (cracking) minyak residu yang mengandung molekul besar dan memiliki titik didih diatas 370 oC untuk dijadikan olefin tak jenuh dan molekul bercabang yang memiliki bilangan oktan tinggi. Proses pemecahan ini dibantu dengan katalis
Hydrocracked gasoline: berasal dari proses hydrocracker yang memecah molekul-molekul besar sambil menambahkan hidrogen. Komponen ini mengandung banyak alkana dengan oktan rendah dan dibutuhkan sebagai Catalytic Reformer.
Polymerate: dihasilkan dari reaksi alkana ringan (olefin seperti propana dan butana) menjadi olefin berat, memperbaiki bilangan oktan tanpa meningkatkan tekanan uap bensin.
Alkylate: berasal dari proses dimana iso-alkana ringan -yang dihasilkan distilasi utama- (contoh: isobutana) dipadukan dengan alkana ringan (contoh: butana) yang dihasilkan proses catcracker yang menghasilkan komponen beroktan tinggi.
Oxygenates: alkohol dan ether yang mengandung karbon, hidrogen, dan satu atom oksigen.
Ternyata cukup banyak proses yang harus dilakukan demi menghasilkan bensin yang kita konsumsi saat ini. Pantas lah kalau harganya cukup mahal….
Kalau begitu : “Mari berhemat BBM”
…disarikan dari beberapa sumber…..