Syakila mau dioperasi (up-dated)
Kalau tidak ada halangan, Insya Allah Sabtu besok (14 Januari 2006) putri kami Syakila, akan dioperasi oleh tim bedah RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Karena itu kami sekeluarga mohon dukungan doa dari siapa saja yg membaca tulisan ini semoga operasinya bisa berjalan lancar.
Operasinya mestinya tergolong operasi ringan untuk mengangkat semacam “tumor jinak” yang tumbuh di bawah jaringan kulit di dekat kelopak mata kiri. Namun karena anak-anak, operasinya harus dilakukan dengan bius total. Kata dokter yang menanganinya, pada setiap operasi pada anak, yang paling dicermati adalah pada anastesinya bukan pada operasinya itu sendiri. Memikirkan proses anastesinya itu terus terang membuat kami berdua rada cemas. Cemas membayangkan kalau Syakila harus berpuasa sekurangnya 4 jam sebelum operasi dan setelah operasi. Belum lagi membayangkan bagaimana susahnya Syakila saat dipasangkan selang infus dan ketidaknyamanannya Syakila saat mata kirinya harus diperban selama satu harian. Kemarin saat pengambilan darah untuk pemeriksaan lab, perawat-perawat RSMK sudah cukup kerepotan menghadapi “pemberontakan” Syakila.
Sebenarnya operasi Sabtu besok bisa saja ditunda hingga Syakila cukup besar karena pertumbuhan “tumor jinak”nya tidak cepat. Tetapi kalau ditunda hingga besar, berarti bekas luka operasinya juga akan relatif besar. Hal itu yang bikin istri saya cemas, karena bekas luka operasinya akan sangat mengganggu estetika wajah Syakila nantinya. Yah, semoga saja berkat dukungan do’a Anda semua, operasi besok akan berjalan lancar.
Selebihnya, kami pasrahkan saja kepada Yang Kuasa.
——————(up-date)————————————-
Alhamdulillah, operasi Syakila di RS Mitra Kelapa Gading berjalan lancar. Yang mengoperasi adalah dr.Lumongga (yang selama ini memang menjadi dokter rujukan setiap kali Syakila kontrol ke RSMK) sementara urusan anastesinya ditangani dr. Loyd. Salut juga dengan ketepatan waktu dokter-dokter RSMK. Sejak masuk ruang perawatan pada Jum’at malam kami sudah dinformasikan bahwa operasi akan dilaksanakan pada Sabtu jam 09:00 pagi dan tepat pada jam 9 kurang 5 menit Syakila mulai dibawa ke kamar operasi. Hampir menangis rasanya ketika Syakila menjerit-jerit saat dibawa oleh dr. Lumongga. Syakila menjerit karena takut melihat yang menggendongnya sudah berpakaian operasi, jubah operasi, penutup kepala, dan yg paling bikin serem “pakai masker”. Kira-kira 45 menit berikutnya, operasi dinyatakan selesai dan ditambah lebih kurang 30 menit Syakila sudah boleh dibawa ke ruang perawatan kembali meski dengan mata kiri masih ditutup perban.
Sebagaimana telah saya perkirakan, hal yang paling tidak mengenakan bagi Syakila selama proses operasi ini adalah saat tidak boleh makan dan minum susu sebelum dan sesudah operasi. Karena operasinya jam 9 pagi, puasa baru dimulai jam 5 pagi. Sayangnya sejak mulai tidur jam 10 malam, Syakila praktis sudah tidak makan dan minum lagi sampai saat operasi dimulai. Ga heran pada satu jam menjelang operasi, dia mulai merengek-rengek minta susu. Wah sempet repot juga menenagkannya. Pas lagi laper dan hausnya itulah operasi dimulai.
Selesai operasi (sekitar jam 10-an), penderitaan Syakila belum berakhir karena tetap belum boleh makan setidaknya sampai 4 jam ke depan. Untungnya dokter membolehkan untuk minum air putih, tapi harus sedikit demi sedikit. Baru pada jam 4 sore, Syakila diperbolehkan makan dan minum susu. Karena makanan rumah sakit belum datang, terpaksa kami beri biskuit dan roti tawar yang kami bawa dari rumah. Bukan main lahapnya, karena praktis Syakila tidak makan lebih dari 20 jam (jam 10 malam s.d. jam 5 sore). Sebenarnya saya kurang mengerti mengapa orang yang akan dioperasi harus berpuasa sebelum dan sesudahnya. Ada yang bisa kasih jawaban?
Oh ya, Syakila diperbolehkan pulang pada hari Minggu-nya. Perban yang menutupi mata sudah diganti dengan perban yang lebih kecil (menutupi luka operasi saja). Rabu (18 Januari 2006) besok, kita akan kontrol lagi ke dr.Lumongga.
Anyway, Alhamdulillah segala sesuatunya berjalan lancar….
Oh… Tumor?? waduh…
Semoga operasinya suxes, and syakila bisa kembali sehat.
Alhamdulillah, sampai saat ini segala sesuatunya berjalan lancar
Comment by ech — January 12, 2006 @ 10:24