Cinta tanpa pamrih
….disarikan dari al Tanwir, sebuah tulisan tentang C.I.N.T.A., semoga bermanfaat
Mencintai-Nya Tanpa Pamrih
KH. Jalaluddin Rakhmat
Khazanah ilmu tasawuf mengenal seorang perempuan yang dianggap sebagai salah satu dari para tokoh sufi terbesar sepanjang sejarah. Namanya Rabiah Al-Adawiyah. Konon, suatu hari Rabiah pernah diketemukan berlari-lari ke pasar dengan membawa seember air di tangan kanannya dan sebilah obor di tangan kirinya.
Orang-orang keheranan. Mereka bertanya, “Hai Rabiah, apa yang kau lakukan?” Rabiah menjawab, “Dengan air ini, aku ingin memadamkan neraka dan dengan api ini aku ingin membakar surga; supaya setelah ini orang tidak lagi menyembah Tuhan karena takut akan neraka dan karena berharap akan surga. Aku ingin setelah ini hamba-hamba Tuhan akan menyembah-Nya hanya karena cinta.”
Seperti yang pernah diucapkan Imam Ali kw, banyak orang menyembah Tuhan karena mengharapkan sesuatu. Ibadat mereka lakukan sebagai suatu investasi agar suatu saat Tuhan membayar hasil ibadat itu kepada mereka. Imam Ali menyebut ibadat mereka yang mengharapkan pahala sebagai ibadat para pedagang. Ada juga orang yang menyembah Tuhan karena takut akan siksa-Nya. Mereka takut menghadapi azab Tuhan. Menurut Imam Ali, ibadat mereka sama seperti pengabdian seorang budak belian kepada tuannya.
Ibadat yang sebenarnya adalah ibadat karena cinta. Itulah ibadat orang-orang merdeka. (more…)