Last Friday 2005
Ada yang rada istimewa dalam Namaaz-e Jom’eh di Masjid Astra kali ini. Karena merupakan Jum’at terakhir di tahun 2005, jamaahnya pun ga seramai biasanya. Mungkin karena sebagian pabrik dan kantor di sekitar masjid sudah banyak yang libur dan sebagian besar karyawan lainnya mengambil cuti akhir tahun.
Khatib Jum’at kali ini nyentrik juga, seorang habib dari Condet (namanya saya lupa). Temanya tentu saja tentang mensikapi pergantian tahun. Dalam khutbahnya beliau merasa heran kenapa sebagian besar orang mesti merayakan pergantian tahun. Padahal, dengan berakhirnya tahun 2005 sebenarnya kita telah kehilangan satu dari sedikit tahun umur kita. Kalau kehilangan uang, motor atau kehilangan pekerjaan kita bersedih, kenapa saat “kehilangan umur” tersebut kita malah bergembira dan berpesta-pora. Demikian argumen sang Habib… (more…)